Saat langit berkilat, cahaya tampak lebih dahulu dan bunyi menggelegar terdengar beberapa saat kemudian. Jeda itu berkaitan dengan perbedaan kecepatan cahaya dan suara: keduanya merupakan tanda dari fenomena yang sama, tetapi tidak tiba bersamaan [1].
KILAT88: Apa yang berlangsung saat langit berkilat?
Sumber menyebut petir, kilat, dan halilintar sebagai gejala alam yang sama. Untuk membedakan dua tanda yang dibahas di sini, kilat merujuk pada cahaya sesaat yang tampak, sedangkan guntur merujuk pada bunyi menggelegar yang disebut guruh dalam sumber [1].
Petir bermula dari perbedaan muatan
Saat awan bergerak dan berinteraksi dengan awan lain, muatan negatif dapat berkumpul di satu sisi awan, sementara muatan positif berkumpul di sisi sebaliknya. Pemisahan muatan ini membentuk perbedaan potensial antara awan dan bumi, atau antara awan-awan yang berbeda muatan [1].
Sebagai perumpamaan, petir dapat dibayangkan seperti kapasitor raksasa: awan menjadi satu lempeng dan bumi, yang dianggap netral, menjadi lempeng lainnya. Analogi kapasitor membantu menggambarkan penyimpanan energi sesaat sebelum muatan dilepaskan [1].
Pelepasan muatan menghasilkan cahaya dan bunyi
Ketika perbedaan potensial cukup besar, muatan dilepaskan untuk mencapai kesetimbangan. Pelepasan dapat berlangsung antara awan dan bumi maupun antara awan-awan yang berbeda muatan; udara menjadi jalur yang dilalui elektron [1].
Saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara, muncul ledakan suara. Kilatan cahaya tampak lebih dahulu, lalu bunyi terdengar belakangan karena kecepatan cahaya berbeda dari kecepatan suara [1]. Jadi, kilat dan guntur bukan dua kejadian yang berdiri sendiri: yang satu terlihat, yang lain terdengar dari fenomena petir yang sama [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Petir. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29577264&title=Petir (diakses 2026-10-03).